Tangis Menteri LHK Melepas 6 Jenazah Rimbawan TN Sebangau yang Gugur Dalam Tugas

"Bu Menteri, suami saya sekarang sudah tidak ada. Anak saya sudah tidak ada ayahnya," ratap istri Abdi saat menerima santunan, ketika Menteri Siti melakukan takziah ke rumah duka di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa (10/3/2020).
Abdi Darmansyah (35) merupakan satu dari 6 rimbawan putra putri terbaik Kementerian Lingkugnan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Sebangau (TNS) yang gugur saat bertugas, pada Senin (9/3/2020). Almarhum pergi meninggalkan sang istri yang sedang hamil 8 bulan dan seorang putri yang cantik berusia 5 tahun.
Layaknya seorang ibu, Menteri Siti langsung memeluk dan menguatkannya dengan memastikan bahwa keluarga besar KLHK akan terus memperhatikan seluruh keluarga korban yang ditinggalkan.
"Saya hadir di sini memastikan bahwa kita akan terus bersama. Tetap kuat, kita satu keluarga besar," pesan Siti dengan suara bergetar.
Kemudian, Menteri Siti, berpindah melangkah ke rumah sebelahnya, dimana jasad Ibnu Yudistira Hendrawan (27) – adik ipar dari almarhum Abdi Darmansyah – disemayamkan. Almarhum yang merupakan petugas Manggala Agni TN Sebangau, juga menjadi korban meninggal dunia insiden kecelakaan speedboad di TN Sebangau yang terjadi pada Senin (9/3/2020).
Almarhum adalah sosok yang luar biasa dan berdedikasi. Masih teringat ketika almarhum bersama rekan-rekannya berhari-hari berjibaku tanpa lelah, meninggalkan keluarga, bekerja dalam sunyi, berusaha memadamkan api yang membakar hutan sebagian kawasan TN Sebangau, beberapa bulan yang lalu.
"Saya punya kenangan dengan saudara Ibnu, fotonya dengan selang air untuk memadamkan api di garis terdepan karhutla masih ada di ruang kerja saya. Kami sangat kehilangan sosok penuh dedikasi," kata mantan Sekjen Depdagri ini.
Sebelum melakukan takziah ke rumah-rumah duka, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar didampingi Wamen Alue Dohong, Sekjen Bambang Hendroyono, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, dan jajaran eselon I dan II KLHK, telah tiba pagi hari di kantor Balai TN Sebangau, Kota Palangka Raya, pada Selasa (9/3/2020).
Tampak jejeran enam foto rimbawan yang gugur, akibat insiden kecelakaan speadboat, sehari sebelumnya, begitu Menteri Siti dan rombongan memasuki ruangan kantor TN Sebangau. Suasana duka sangat terasa. Suara tangisan keluarga dan rekan sejawat korban terdengar begitu haru.
ADVERTISEMENT
Menteri Siti tidak dapat menyembunyikan rasa dukanya. Dirinya terlihat sangat terpukul. Raut duka di wajahnya sangat terlihat ketika beliau duduk di hadapan peti jenazah rimbawan wanita, pegawai TN Sebangau, almarhumah Tyas Novianti.
Saat memberikan kata sambutan, nada suaranya terdengar bergetar hebat menahan haru. Pada akhirnya air mata yang coba ditahan sejak dirinya dan rombongan mendarat di Palangkaraya pun tumpah. Dengan terisak, Menteri Siti mengucapkan rasa dukanya yang mendalam.
"Selamat jalan anak, adik, sahabat, dan kolega kerja kami di Taman Nasional Sebangau yang gugur saat menjalankan tugas. Mewakili segenap keluarga besar KLHK dan Pemerintah, ikut berduka teramat dalam atas kepergian Abdi Darmansyah, Ibnu Yudistira Hendrawan, Mutiara, Tyas Novianti, Mansyah dan Umroatus Sholikhah. Kami mengembalikan pada-Mu ya Tuhan, putra putri terbaik KLHK ini," kata Menteri Siti dengan suara bergetar berusaha menahan tangis.
Usai menyerahkan santunan duka pada keluarga korban, Menteri Siti memimpin langsung penghormatan terakhir dan ikut serta mengantar hingga peti jenazah dimasukan ke ambulans untuk diantar ke pemakaman.
Hari beranjak siang, ketika Menteri Siti dan rombongan melanjutkan takziahnya menuju Masjid Zainul Muttaqin, Kelurahan Kasongan, Kabupaten Katingan, tempat dimana jenazah Mansyah, pegawai TN Sebangau disalatkan sebelum dibawa ke pemakaman. untuk dibawa ke pemakaman usai disalatkan.
Tiba-tiba, istri alm. Mansyah jatuh pingsan, saat Menteri Siti hendak menyerahkan bantuan. Tak ayal, suasana duka dan kesedihan semakin menyeruak. Lantunan suara dzikir dan doa dari jemaah yang hadir pun terus beriringan terdengar untuk menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Didampingi Wamen Alue Dohong dan Sekda Kalteng Fachrizal, Menteri Siti ikut menyaksikan keranda jenazah staff-nya yang bertugas di tingkat tapak itu diangkat. Bahkan turut mengantarkannya sampai mobil ambulans benar-benar berangkat menuju ke pemakaman.
Menunjukkan kepeduliannya, perjalanan Menteri Siti terus berlanjut menuju rumah duka korban pegawai TN Sebangau lainnya bernama Mutiara, harus ditempuh sekitar 4 jam perjalanan pergi dan pulang, di Kabupaten Kapuas.
Pemakaman sudah selesai dilaksanakan saat Menteri Siti tiba di lokasi. Namun, suasana duka masih sangat terasa. Menteri Siti duduk bersama kedua orang tua korban untuk menguatkan.
Tidak sampai disitu, jelang malam hari, rombongan kemudian kembali ke Palangkaraya, menuju RSUD Doris Silvanus, tempat dua korban pegawai TN Sebangau atas nama Yuliansi dan Selfia, menjalani perawatan intensif akibat peristiwa kecelakaan tersebut.
Sedangkan satu korban meninggal dunia lainnya atas nama Umroatus Sholikhah, yang merupakan istri dari Polhut TN Sebangau dikebumikan di kampung halamannya di Jawa Tengah.
Total korban dari pihak KLHK akibat musibah kecelakaan ini adalah 8 orang, dimana 6 diantaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, dan dua masih menjalani perawatan.
"Peristiwa ini merupakan pukulan berat bagi Kementerian. Kami kehilangan pegawai-pegawai yang baik. Tidak mudah melalui masa-masa sulit ini, tapi tetap harus kita lalui bersama," kata Menteri Siti.
Insiden naas tabrakan antara perahu yang ditumpangi para korban dengan kapal yang membawa rombongan Paspampres di Taman Nasional Sebangau ini juga menyebabkan tewasnya Dandim Kuala Kapuas Letkol Bambang Kristianto Bawono.
Menteri Siti mengatakan sejak pertama mendapat kabar kejadian, ia langsung berkoordinasi dengan semua pihak. Selain itu juga mengimbau kepada seluruh jajarannya se Indonesia melakukan pengibaran bendera setengah tiang, sebagai tanda berkabung atas gugurnya rimbawan TN Sebangau dalam melaksanakan tugas.
"Saya mengucapkan terimakasih pada unsur Pemerintah Daerah, dan semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi korban, sampai pada proses pemakaman. Mari kita doakan semoga korban yang gugur husnul khotimah, dan yang masih dirawat diberi keselamatan serta kesehatan," tutup Menteri Siti. (ku)
No comments for "Tangis Menteri LHK Melepas 6 Jenazah Rimbawan TN Sebangau yang Gugur Dalam Tugas"
Post a Comment