Widget HTML Atas

8 Langkah Anies Sikapi Corona yang Makin Melonjak di Jakarta

Pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia menjadi 69 per Jumat (13/3). Dari jumlah tersebut, lima orang dinyatakan sembuh, namun ada empat lainnya yang meninggal dunia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan mayoritas pasien positif corona tersebut berada di Jakarta. Bahkan, ia menyebut, virus corona yang awalnya berpusat di Jakarta Selatan sudah menyebar ke seluruh wilayah Jakarta.

"Beberapa hari yang lalu baru menyebar di wilayah Selatan. Hari ini sudah menyebar di semua tempat. Kita tidak punya cukup waktu untuk menunggu. Kita memiliki kewajiban untuk melindungi semua," ujar Anies saat jumpa pers di Balai Kota, Jumat (13/3).

Menanggapi kondisi ini, Anies meminta Kemenkes RI terbuka terkait data penderita COVID-19. Sehingga, Pemprov DKI dapat melakukan pemetaan dan penanganan dengan cepat.

Selain itu Anies juga menyiapkan sejumlah langkah dan imbauan untuk meminimalisir penyebaran corona. Berikut delapan langkah Anies:

1. Bentuk Tim Review Izin Acara

Pemprov DKI membentuk tim review perizinan acara di Jakarta dengan peserta yang banyak. Tim ini difungsikan untuk melihat kembali izin acara-acara di Jakarta di tengah upaya meredam penyebaran virus corona.

"Kami menyampaikan bahwa telah terbit Keputusan Sekda Nomor 11 tahun 2020 tentang tim review perizinan dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran coronavirus 2019 di DKI Jakarta," ujar Kepala DPMTSP DKI Jakarta, Benny Agus Chandra, yang ditunjuk Pemprov DKI sebagai kepala tim review perizinan, di Balai Kota, Jakarta, Kamis (13/3). 

Benny mengatakan, dalam proses peninjauan kembali izin acara, tim review akan melibatkan Dinas Kesehatan DKI dan Polda Metro Jaya. Sehingga akan ada pertimbangan dari aspek kesehatan dan keamanan dalam meninjau kembali izin penyelenggaraan acara.

2. ASN Punya Gejala Corona Kerja di Rumah

Gubernur DKI Anies Baswedan meminta jajarannya, termasuk para ASN, PNS, hingga pegawai kontrak, memperhatikan dirinya sendiri dan koleganya bila ada yang memiliki gejala corona. Dia meminta semua pegawai yang memiliki gejala corona untuk melapor ke Dinas Kesehatan melalui atasannya. 

"Bila Dinkes mengatakan yang bersangkutan harus melakukan pemeriksaan dan harus isolasi diri sambil menunggu hasil, maka Pemprov DKI mewajibkan dia mengikuti semua instruksi Dinkes," ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/3).

Dia memastikan ASN yang harus mengisolasi diri karena memiliki gejala mirip corona tak akan dipotong gaji dan tunjangan kinerjanya meski harus bekerja dari rumah. Imbauan ini berlaku bagi PNS DKI, pegawai BUMD, dan pegawai kontrak di DKI

3. Perkantoran Diminta Siapkan Protokol Kerja Jarak Jauh

Selain itu, Anies meminta perkantoran untuk menyiapkan protokol bekerja dari jarak jauh. Dia mengakui protokol ini belum berlaku hari ini. 

Namun, ia meminta pihak-pihak yang bergerak di dunia usaha untuk mulai menyiapkan prosedur bekerja remote. langkah ini dilakukan dalam rangka social distancing measure (menjaga jarak) dalam mencegah penyebaran virus corona. 

"Bagi dunia usaha, kami meminta untuk mulai disiapkan protokol kerja jarak jauh," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (13/3) sore.

4. Imbauan Salat Jumat

WHO telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi. Di momentum salat Jumat, Anies turut membuat imbauan bagi umat Muslim di Jakarta.

Pesan itu disampaikan dalam sebuah video. Imbauan ditujukan untuk para jemaah serta masjid. 
Imbauan untuk jemaah: bawa sajadah sendiri atau sapu tangan untuk alas sujud; cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah salat Jumat; hindari jabat tangan hingga cium pipi; menggunakan masker bila flu atau batuk.

Imbauan untuk pengurus masjid: saat pengumuman selipkan pesan kewaspadaan terhadap corona; sediakan sabun di area wudu; dan tingkatkan proses pembersihan masjid.

5. Tutup Semua Tempat Hiburan di Jakarta 2 Pekan

Anies Baswedan pun memutuskan untuk menutup semua tempat hiburan di Jakarta selama dua minggu ke depan. Penutupan tempat hiburan di Jakarta berlaku bagi semua tempat hiburan yang berada di bawah Pemprov DKI. 

Sebab di tempat wisata, potensi penularan virus corona besar karena banyaknya orang dalam satu tempat.

"Artinya, Ancol, Monas, Ragunan tutup. Museum yang dikelola DKI tutup," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/3). 

6. Anies Tiadakan CFD 2 Pekan

Pemprov DKI juga memutuskan meniadakan kegiatan car free day (CFD) untuk sementara waktu. Anies Baswedan mengatakan, CFD akan disetop dua pekan ke depan, tepatnya pada 15 dan 22 Maret 2020 . 

"Kegiatan hari minggu, kita memiliki HBKB hari bebas kendaraan bermotor atau lebih populer car free day (CFD). Untuk 2 pekan ke depan demi menjaga dan melindungi warga Jakarta dari potensi penularan, maka 2 minggu ke depan Pemprov DKI Jakarta meniadakan CFD," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/3).

Pemprov DKI akan meninjau kembali apakah akan mengizinkan CFD kembali digelar atau meniadakan CFD lebih lama lagi. 

7. Anies Minta Siswa yang Tidak UN Tetap di Rumah

Pemerintah memang belum menentukan soal tetap atau tidaknya pelaksanaan ujian nasional (UN/UNBK) di tengah wabah virus corona. Tetapi, Anies Baswedan meminta siswa yang tidak ikut UN untuk tetap berada di rumah.

Pelaksanaan UN/UNBK paling dekat dilaksanakan untuk tingkat SMA dan sederajat pada 30 Maret-2 April 2020. Selama siswa kelas XII ujian, siswa Kelas X dan XI diminta tidak bepergian dan tetap berada di rumah. 

"Jangan yang tidak ikut UN malah berkeliaran di luar karena potensi tertular," jelas Anies saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

8. Tunda Formula E

Anies Baswedan pun resmi memutuskan menunda ajang Formula E yang rencananya akan digelar pada 6 Juni 2020. Keputusan disampaikan Anies melalui surat yang ditujukkan kepada Organizing Comitte Jakarta E-prix.

"Mencermati perkembangan COVID-19 di berbagai belahan dunia khususnya di Jakarta, maka penyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada bulan Juni 2020 agar ditunda pelaksanaannya," dikutip dari surat yang ditandatangani Anies, Rabu (11/3). 

Formula E rencananya akan melintasi Monas. Peserta dan wisatawan yang berasal dari banyak negara dikhawatirkan berpotensi memperparah penyebaran COVID-19.

(ku)

No comments for "8 Langkah Anies Sikapi Corona yang Makin Melonjak di Jakarta"