Widget HTML Atas

Kisah Pilu Istri yang Terpaksa Jaminkan Sepeda Motor untuk Memulangkan Jenazah Suami

Seorang Ibu terpaksa melepas sepeda motor anaknya untuk dijadikan jaminan karena tidak mampu membayar biaya perawatan di sebuah rumah sakit yang memakan biaya hingga Rp. 6,8 juta. Motor tersebut juga dijadikan jaminan agar jenazah almarhum suaminya dapat dibawa pulang.

Adalah Suparni (52), warga Desa Gondang, Kecamatan Karangrejo, Magetan. Demi membawa pulang jenazah sang suami, pihak RSI Siti Aisyah Madiun menahan motornya sebagai barang jaminan.

Suami Suparni yaitu almarhum Sabarudin (62) mengidap penyakit komplikasi yaitu penyakit jantung, paru, dan ginja. Almarhum dibawa ke RSI Siti Aisyah pada hari Sabtu (3/8), setelah sempat dirawat kurang lebih satu hari nyawa almarhum tak bisa diselamatkan.

Saat hendak membawa jenazah almarhum suaminya pulang, Suparni harus melunasi biaya perawatan yang besarnya Rp. 6,8 juta. Pihak rumah sakit meminta motor milik anaknya Lilik Puryani (40) untuk dijadikan jaminan karena uang yang dimilki Suparni tida cukup untuk melunasi seluruh biaya tersebut.

"Uangnya kurang. Karena panik dan ingin segera memakamkan jenazah, apa yang ada suruh buat jaminan," kata Suparni.

Menurut pengakuan Suparni, saat itu hanya ada uang cash sebesar Rp. 500 ribu yang dibawa oleh adiknya saat hendak melunasi biaya rumah sakit. Pihak RSI kemudian meminta kunci motor, STNK, dan nomor parkir dengan maksud menjadikanya sebagai jaminan sehingga jenazah bisa dibawa pulang.

"Yang saya pikirkan cuma ingin membawa ayah saya pulang, pengen cepet dikuburin. Jadi apa yang ada dijadiin jaminan." Jelas Lilik.

No comments for "Kisah Pilu Istri yang Terpaksa Jaminkan Sepeda Motor untuk Memulangkan Jenazah Suami"