Widget HTML Atas

Terkait Langkah Gerindra, Ma'ruf Amin: Akan Ada Kekuatan Baru

Partai politik yang bergabung dengan pemerintah Jokowi -Maruf Amin, diprediksi akan membengkak, sebagai lanjutan pertemuan antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, yang juga mencalonkan diri sebagai kandidat dalam pemilu 2019, dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, Prabowo dan Joko Widodo juga mengadakan pertemuan di Stasiun MRT Lebak Bulus dan berakhir dengan makan siang yang sama di Senayan, Jakarta Selatan.

Wakil Ketua dari Partai Gerindra, Feri Juliantono mengatakan, partainya belum memutuskan untuk bergabung dengan pemerintah atau berada di luar pemerintahan sebagai oposisi.  "Pertemuan antara Bapak Prabowo dan Ibu Megawati ini bertujuan untuk menyatukan persatuan yang diharapkan dapat berdampak pada masyarakat. Pertemuan itu lebih ke tujuan untuk merevitalisasi polarisasi dalam masyarakat," ujar Ferry di Jakarta, Sabtu.

Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin mengatakan rencana untuk penambahan anggota koalisi masih berbicara tentang antara dia dan Presiden Joko Widodo (di pasar), terutama yang berkaitan dengan bentuk baru dari koalisi. Ma'ruf mengatakan, pada prinsipnya, koalisi terbuka.

 "Apa yang penting, rekonsiliasi sudah ada di sana, tapi masukkan apa yang terlihat seperti nanti kita bicarakan," kata Ma'ruf Amin setelah menghadiri Milad ke-44 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Sabtu (27/7).

Menurut Ma'ruf, setelah tim kampanye nasional (TKN), akan ada diskusi lebih lanjut tentang kekuatan baru. Dari alur partai politik dari kubu Prabowo Subianto ke kabinet kerja Jilid II.

 "TKN telah dibubarkan, dan akan ada pembicaraan-akan lebih jauh seperti apa. Belum ada kesimpulan, termasuk sekarang, kandidat (Menteri) lagi dikumpulkan,  "kata Ketua Umum MUI.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi TKN mengatakan rencana penambahan koalisi masih menunggu waktu. " Tidak ada masukan, hanya menunggu waktu yang tepat," tambah Jusuf Kalla.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding meramalkan bahwa akan ada koalisi terbatas antara kamp 01 dan 02 dari pemilihan Presiden 2019. Namun, itu hanya terjadi di Parlemen, bukan dalam kabinet pemerintah

 "Saya menduga akan ada koalisi yang terbatas, mungkin Gerindra atau pihak lain masuk, tetapi hanya di DPR atau MPR RI. Ini salah satu pilihan dan kemungkinan," kata Karding, di Jakarta, Sabtu.

Dia berkata, semua pihak tahu bahwa perlunya rekonsiliasi dalam politik tidak bisa hanya dengan mengatakan  "kami bersatu ", tapi apa satu-satunya bentuk. Menurutnya, salah satu bentuknya ada di MPR RI. Namun, Karding dengan enggan menjelaskan lebih lanjut tentang rekonsiliasi di MPR dalam format yang dipimpin oleh lembaga tersebut.

 "Dalam MPR RI tidak hanya Ketua dan pimpinan MPR, tetapi ada lembaga sosialisasi dan instansi lain," katanya.

Pengamat politik Ray Rangkuti melihat Gerindra yang paling mungkin di dalamnya mengikuti pertemuan Prabowo dengan putri Megawati Sukarno.   "Kataku, 60 persen dari Gerindra akan pilih masuk pemerintahan," kata Ray Rangkuti di Jakarta, Sabtu.

No comments for "Terkait Langkah Gerindra, Ma'ruf Amin: Akan Ada Kekuatan Baru"